Angkatan 17 FKM Unair (^_^)/

Penugasan BToPH – Filosofis Kelompok

ANOVA

DEFINISI

Anova atau analysis of variance (dalam bahasa Indonesia disebut analisis varian) adalah suatu metode analisis statistika yang termasuk ke dalam cabang statistik inferensi. Dalam literatur Indonesia metode ini dikenal dengan berbagai nama lain, seperti analisis ragam, sidik ragam, dan analisis variansi. Ia merupakan pengembangan dari masalah Behrens-Fisher, sehingga uji-F juga dipakai dalam pengambilan keputusan. Walaupun digunakan  istilah analisis varian ,tetapi sebenarnya yang di analisis adalah nilai rata-rata dari berbagai variabel. Dengan demikian, analisis varian merupakan teknik analisis untuk membandingkan nilai rata-rata.

Analisis varians pertama kali diperkenalkan oleh Sir Ronald Fisher, bapak statistika modern. Dalam praktek, analisis varians dapat merupakan uji hipotesis (lebih sering dipakai) maupun pendugaan (estimation, khususnya di bidang genetika terapan).

DESKRIPSI

Secara umum, analisis varians menguji dua varians (atau ragam) berdasarkan hipotesis nol bahwa kedua varians itu sama. Varians pertama adalah varians antarcontoh (among samples) dan varians kedua adalah varians di dalam masing-masing contoh (within samples). Dengan ide semacam ini, analisis varians dengan dua contoh akan memberikan hasil yang sama dengan uji-t untuk dua rerata (mean). Selain itu ada dua macam anova yaitu:

  1. a. Anova satu jalur (one way-anova)

Tujuan dari uji anova satu jalur ialah untuk membandingkan lebih dari dua rata-rata.sedangkan gunanya untuk menguji  kemampuan generalisasi.anova satu jalur melihat perbandingan  lebih dari dua kelompok data.

Contohnya:perbedaan prestasi belajar statistik antara mahasiswa tugas belajar(X1),izin belajar(x2) dan umum(x3).

  1. b. Anova dua jalur (two ways-anova)

Anova dua jalur di gunakan  untuk menguji hipotesis perbandingan lebih dari dua sampel dan setiap sampel terdiri dari atas dua jenis atau lebih secara bersama-sama.

Supaya sahih (valid) dalam menafsirkan hasilnya, analisis varians menggantungkan diri pada empat asumsi yang harus dipenuhi dalam perancangan percobaan:

  1. Data berdistribusi normal, karena pengujiannya menggunakan uji F-Snedecor
  2. Varians atau ragamnya homogen, dikenal sebagai homoskedastisitas, karena hanya digunakan satu penduga (estimate) untuk varians dalam contoh
  3. Masing-masing contoh saling bebas, yang harus dapat diatur dengan perancangan percobaan yang tepat
  4. Komponen-komponen dalam modelnya bersifat aditif (saling menjumlah).

Analisis varians relatif mudah dimodifikasi dan dapat dikembangkan untuk berbagai bentuk percobaan yang lebih rumit. Selain itu, analisis ini juga masih memiliki keterkaitan dengan analisis regresi. Akibatnya, penggunaannya sangat luas di berbagai bidang, mulai dari eksperimen laboratorium hingga eksperimen periklanan, psikologi, dan kemasyarakatan.

HUBUNGAN DENGAN DEPARTEMEN DI FKM

Dalam bidang kesehatan masyarakat, anova atau analysis of variant  berkaitan dengan departemen Biostatistik. Dalam hal ini anova berfungsi untuk membandingkan atau menganalisis berbagai variabel yang ada.

APLIKASI

Permasalahan di masyarakat yang dapat diselesaikan dengan anova misalnya untuk pengukuran status gizi dengan Lingkar Lengan Atas, mengetahui efek berbagai macam obat, mengetahui tingkat kesehatan orang dengan berbagai pekerjaan atau setelah melakukan olahraga dan lain sebagainya.

SURVEILANS

DEFINISI

  • Menurut WHO : Suatu proses pengumpulan, pengolahan, analisis dan interpretasi data kesehatan secara sistematis, terus menerus dan penyebarluasan informasi kepada pihak terkait untuk melakukan tindakan.
  • Menurut CDC (Center of Disease Control) : pengumpulan, analisis dan interpretasi data kesehatan secara sistematis dan terus menerus, yang diperlukan untuk perencanaan, implementasi dan evaluasi upaya kesehatan masyarakat, dipadukan dengan diseminasi data secara tepat waktu kepada pihak-pihak yang perlu mengetahuinya

DESKRIPSI

surveilans adalah kegiatan analisis secara sistematis dan terus menerus terhadap penyakit atau masalah-masalah kesehatan dan kondisi yang mempengaruhi terjadinya peningkatan dan penularan penyakit atau masalah-masalah kesehatan tersebut, agar dapat melakukan tindakan penanggulangan secara efektif dan efisien melalui proses pengumpulan data, pengolahan dan penyebaran informasi epidemiologi kepada penyelenggara program kesehatan.

Kegiatan rutin surveilans

a)  Melaksanakan kegiatan surveilans

  • Pengumpulan data
  • Pengolahan dan penyajian
  • Analisis dan interpretasi
  • Penyebarluasan informasi dan rekomendasi

b)  Penanggulangan KLB :

  • SKD KLB
  • Penyelidikan dan penanggulangan KLB

c)  Pengembangan sistem surveilans termasuk       pengembangan jaringan informasi d)  Koordinasi kegiatan surveilans : lintas program dan lintas sektoral

Jenis Surveilans :

a)  Surveilans aktif

  • Pengamatan kasus dilakukan secara langsung ke lapangan.
  • Hasil yang diperoleh lengkap dan jauh lebih baik
  • Dibutuhkannya dana dan tenaga khusus.

b)  Surveilans pasif

  • Pengamatan kasus dilakukan secara tidak langsung, yaitu melalui laporan.
  • Hasil yang diperoleh kurang lengkap

KAITAN DENGAN DEPARTEMEN DI FKM

Surveilans berkaitan dengan departemen EPIDEMIOLOGI di kesehatan mayarakat, yaitu dalam penyediaan data dan informasi epidemiologi sebagai dasar manajemen kesehatan untuk pengambilan keputusan dalam perencanaan, pelaksanaan, pemantauan, evaluasi program kesehatan dan peningkatan kewaspadaan serta respon kejadian luar biasa yang cepat dan tepat.

APLIKASI

  1. Mempelajari pola kejadian penyakit dan penyakit potensial pada populasi sehingga dapat efektif dalam investigasi, controling dan pencegahan penyakit di populasi.
  2. Mempelajari riwayat alamiah penyakit, spektrum klinik dan epidemiologi penyakit (siapa, kapan dan dimana terjadinya, serta keterpaparan faktor resiko)
  3. Menyediakan basis data yang dapat digunakan untuk memperkirakan tindakan pencegahan dan kontrol dalam pengembangan dan pelaksanaan

PRECEDE

Filosofi

Pada mulanya Precede adalah hasil perencanaan dan evaluasi program kesehatan yang telah dibuat selama 40 tahun bekerja oleh Dr. Lawrence W. Green dan rekan-rekannya, di Berkeley, John Hopkins, Dinas Kesehatan Amerika Serikat, University of Texas, Kaiser Family Foundation, University of British Columbia, Health 2000, Macro International, dan Universitas Emory. Bekerja sama dengan Marshall Kreuter pada buku edisi ke-2 nya dengan membahas kerangka Precede-Proceed. Precede yang asli di perpanjang untuk mencakup lingkungan yang lebih luas serta kebijakan dan faktor-faktor organisasi. Green dan Kreuter telah menemukan peran penting pada masing-masing bagian dalam peluncuran program nasional masyarakat promosi kesehatan dengan Kaiser Family Foundation dan Pusat Pengendalian Penyakit dan Pencegahan.

Deskripsi

Precede merupakan sebuah kerangka yang lazim digunakan dalam perencanaan promosi kesehatan untuk evaluasi kesehatan (GREEN 1991) yang meliputi: Presdiposing, Reinforcing, and Enable Cause in Educational Diagnosis and Evaluation – Polocy, Regulatory, Organization Construct in Educational and Environmental Development.

Kaitan dengan 7 Departemen

Precede sangat erat kaitannya dengan ketujuh departemen yang ada di FKM karena tujuan dari model kerangka Precede-Proceed adalah untuk menjelaskan perilaku yang berhubungan dengan kesehatan dan lingkungan (khususnya dalam departemen promosi kesehatan), dan untuk merancang serta mengevaluasi intervensi yang diperlukan untuk mempengaruhi baik perilaku dan kondisi hidup yang mempengaruhi mereka dan konsekuensi mereka.

Aplikasi di Masyarakat

Adapun jalannya gambaran dari kerangka Precede-Proceed terbagi dalam 5 fase sebagai berikut:

1.      Fase Diagnosis Sosial

Fase ini merupakan penentuan persepsi masyarakat terhadap kualitas hidupnya dan aspirasi masyarakat untuk meningkatkan kualitas hidupnya melalui partisipasi dan penerapan berbagai informasi yang di desain sebelumnya.

Bisa dilakukan Focus Group Discussion (FGD) atau Nominal Group Survey

2.      Fase Diagnosis Epidemiologi

Masalah kesehatan merupakan hal yang sangat berpengaruh terhadap kualitas hidup seseorang, baik langsung maupun tidak langsung.

Identifikasi masalah kesehatan meliputi, siapa, kelompok apa yang terkena (umur, jenis kelamin, suku, dll), akibat yang ditimbulkan (mortalitas, morbiditas, disability, dll). Serta bagaimana cara mengatasinya.

3.      Fase Diagnosis Perilaku dan Lingkungan

Tentukan diagnosa perilaku yang mempengaruhi masalah kesehatan sekaligus masalah lingkungannya (fisik dan sosial)

Adapun cara mengindentifikasi masalah dengan:

@     Pemanfaatan pelayanan kesehatan (utilization)

@     Upaya pencegahan (Preventive Action)

@     Pola Konsumsi (Consumption Pattern)

@     Kepatuhan (Compliance)

@     Upaya memelihara kesehatan sendiri (Self care)

4.      Fase Diagnosis Pendidikan dan Organisasional

Determinan perilaku dapat dilihat dari faktor :

@     Faktor Presdiposisi (Faktor Predisposing)

Pengetahuan, sikap, kepercayaan, tradisi, sistem, nilai

@     Faktor Pemungkin (Faktor Enabling)

Fasilitas, sarana atau prasarana

@     Faktor Penguat (Faktor Reinforcing)

Tokoh masyarakat, hukum (aturan), pemimpin/pimpinan.

5.      Fase Diagnosis Administratif dan Kebijakan

Pada fase ini dilakukan analisis kebijakan, sumber daya dan peraturan yang berlaku yang dapat memfasilitasi atau menghambat pengembangan promosi kesehatan.

Ergonomi

Definisi Ergonomi

Ergonomi berasal dari kata-kata dalam bahasa Yunani yaitu Ergos yang berarti kerja dan Nomos yang berarti ilmu, sehingga secara harfiah dapat diartikan sebagai suatu ilmu serta penerapannya yang berusaha menyerasikan pekerjaan dan lingkungan terhadap orang atau sebaliknya dengan tujuan tercapainya produktivitas dan efisiensi yang setinggi-tingginya melalui pemanfaatan manusia seoptimal mungkin.

Deskripsi Ergonomi

ergonomi adalah ilmu yang mempelajari hubungan antara manusia dengan dan elemen-elemen lain dalam suatu sistem dan pekerjaan yang mengaplikasikan teori, prinsip, data dan metode untuk merancang suatu sistem yang optimal, dilihat dari sisi manusia dan kinerjanya. Ergonomi memberikan sumbangan untuk rancangan dan evaluasi tugas, pekerjaan, produk, lingkungan dan sistem kerja, agar dapat digunakan secara harmonis sesuai dengan kebutuhan, kemampuan dan keterbatasan manusia Spesialisasi bidang ergonomi meliputi : ergonomi fisik, ergonomi kognitif, ergonomi sosial, ergonomi organisasi, ergonomi lingkungan dan faktor lain yang sesuai. Evaluasi ergonomi merupakan studi tentang penerapan ergonomi dalam suatu sistem kerja yang bertujuan untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan penerapan ergonomi, sehingga didapatkan suatu rancangan keergonomikan yang terbaik. Berdasarkan ketiga pendekatan tersebut diatas, definisi ergonomi dapat terangkumkan dalam definisi yang dikemukakan Chapanis (1985), yaitu ergonomi adalah ilmu untuk menggali dan mengaplikasikan informasi-informasi mengenai perilaku manusia, kemampuan, keterbatasan dan karakteristik manusia lainnya untuk merancang peralatan, mesin, sistem, pekerjaan dan lingkungan. Definisi mengenai ergonomi juga datang dari Iftikar Z. Sutalaksana (1979) yang mendefinisikan ergonomi sebagai suatu cabang ilmu yang sistematis untuk memanfaatkan informasi-informasi mengenai sifat, kemampuan dan keterbatasan manusia untuk merancang suatu sistem kerja sehingga orang dapat hidup dan bekerja pada sistem itu dengan baik, yaitu mencapai tujuan yang diinginkan dan untuk meningkatkan produktivitas, keselamatan, kenyamanan dan efektifitas pekerjaan manusia

Contoh penerapannya di masyarakat antara lain :

a. Pembebanan kerja fisik

Beban fisik yang dibenarkan umumnya tidak melebihi 30-40% kemampuan maksimum seorang pekerja dalam waktu 8 jam sehari. Untuk mengukur kemampuan kerja maksimum digunakan pengukuran denyut nadi yang diusahakan tidak melebihi 30-40 kali per menit di atas denyut nadi sebelum bekerja. Di Indonesia beban fisik untuk mengangkat dan mengangkut yang dilakukan seorang pekerja dianjurkan agar tidak melebihi dari 40 kg setiap kali mengangkat atau mengangkut.

b. Sikap tubuh dalam bekerja

Sikap pekerjaan harus selalu diupayakan agar merupakan sikap ergonomik. Sikap yang tidak alamiah sharus dihindari dan jika hal ini tidak mungkin dilaksanakan harus diusahakan agar beban statis menjadi sekecil-kecilnya. Untuk membantu tercapainya sikap tubuh yang ergonomik sering diperlukan pula tempat duduk dan meja kerja yang kriterianya disesuaikan dengan ukuran anthropometri pekerja.

Pengaplikasian Ergonomi di Masyarakat

Aplikasi ergonomi dalam desain sistem kerja memberikan peranan penting dalam meningkatkan faktor keselamatan dan kesehatan kerja, misalnya: desain sistem kerja untuk mengurangi rasa nyeri dan ngilu pada sistem kerangka dan otot manusia. Desain stasiun kerja untuk alat peraga visual display, untuk mengurangi ketidaknyamanan visual dan postur kerja. Desain perkakas kerja untuk mengurangi kelelahan kerja. Desain peletakan instrumen dan sistem pengendali agar didapat optimasi dalam proses transfer informasi sehingga dihasilkan suatu respon yang cepat dengan meminimumkan resiko kesalahan, dan meningkatkan efisiensi kerja dan hilangnya resiko kesehatan akibat metode kerja yang kurang tepat.

Peran ergonomi dalam kehidupan sehari-hari dapat dikelompokkan menjadi 3, yaitu:

1.      Perancangan produk.

2.      Meningkatkan keselamatan dan higiene kerja.

3.      Meningkatkan produktivitas kerja.

Sasaran dari Ergonomi yaitu meningkatkan para pengguna agar dapat mencapai prestasi kerja yang tinggi dalam kondisi yang nyaman, aman dan tenteram. Adapun lingkup kajian Ergonomi dapat dikelompokkan dalam 4 bidang lingkup kajian, yaitu:

1.      Display.

Display adalah alat yang menyajikan informasi tentang lingkungan yang dikomunikasikan dalam bentuk tanda-tanda atau lambang-lambang. Display terbagi menjadi 2 bagian, yaitu display statis dan display dinamis. Display statis adalah display yang memberikan informasi tanpa dipengaruhi oleh variabel waktu, misalnya peta, papan pengumuman. Sedangkan display dinamis adalah display yang dipengaruhi oleh variabel waktu, misalnya speedometer yang memberikan informasi kecepatan kendaraan bermotor dalam setiap kondisi.

2.      Kekuatan fisik manusia (Fisiologi).

Penelitian ini mencakup mengukur kekuatan/daya fisik manusia ketika bekerja dan mempelajari bagaimana cara kerja serta peralatan harus dirancang agar sesuai dengan kemampuan fisik manusia ketika melakukan aktifitas tersebut. Penelitian ini merupakan bagian dari biomekanik.

3.      Ukuran/dimensi dari tempat kerja (antropometri).

Penelitian ini diarahkan untuk mendapatkan ukuran tempat kerja yang sesuai dengan ukuran tubuh manusia, dipelajari dalam antropometri.

4.      Lingkungan fisik.

Penelitian ini berkenaan dengan perancangan kondisi lingkungan fisik dari ruangan dan fasilitas-fasilitas dimana manusia bekerja. Hal ini meliputi perancangan cahaya, suara, warna, temperatur, kelembaban, bau-bauan dan getaran pada suatu fasilitas kerja.

Misalnya dalam perancangan produk suatu Handphone. Dengan memperhatikan faktor-faktor Ergonomi maka hasil perancangan akan mengarah kepada kenyamanan dalam menggunakannya. Adapun faktor-faktor yang harus diperhatikan dalam perancangan handphone agar Ergonomi yaitu:

1.      Penggunaan display layar, warna keypad, warna handphone sehingga memudahkan pembacaan dan tidak melelahkan mata.

2.      Perancangan dimensi handphone sehingga ukuran menyesuaikan dengan ukuran standar manusia.

3.      Perancangan berat handphone sehingga tidak melelahkan manusia saat dibawa.

4.      Desain ukuran keypad sehingga memudahkan jari-jari kita untuk navigasi.

5.      Penggunaan sistem operasi yang ada didalamnya sehingga memudahkan orang dalam menggunakannya.

Penerapan ergonomi pada umumnya merupakan aktivitas desain ataupun redesain. Ergonomi dapat berperan pula dalam desain pekerjaan pada suatu organisasi misalnya: penentuan jumlah jam istirahat, pemilihan jadwal pergantian waktu kerja (shift kerja) dan meningkatkan variasi pekerjaan. Agar dapat menghasilkan rancangan sistem kerja yang baik perlu dikenal sifat-sifat, keterbatasan serta kemampuan yang dimiliki manusia. Dalam sistem kerja manusia berperan sentral yaitu sebagai perencana, perancang, pelaksana dan pengevaluasi sistem kerja yang bekerja secara keseluruhan agar diperoleh hasil kerja yang baik atau memuaskan.

Ruang lingkup ergonomik sangat luas aspeknya, antara lain meliputi :

- Tehnik

- Fisik

- Pengalaman psikis

- Anatomi, utamanya yang berhubungan dengan kekuatan dan gerakan otot dan persendian

- Anthropometri

- Sosiologi

- Fisiologi, terutama berhubungan dengan temperatur tubuh, Oxygen up take, pols, dan aktivitas otot.

- Desain, dll

Contoh dalam Bidang Kesehatan.

Di bawah ini diberikan beberapa contoh penerapan ergonomi di bidang kesehatan.

  • peralatan kantor (mubiler). Tinggi meja kerja agar sesuai dengan si pemakai, demikian pula dengan kursi kerjanya.
  • Meja ketik berbeda tingginya dengan meja kerja lainnya. Lebar dan panjang meja kerja agar seuai dengan jangkauan ke depan dan ke samping pekerjanya. Rak penyimpanan obat hendaknya tidak melebihi jangkauan ke atas pekerjanya.
  • Demikian pula dengan tempat tidur penderita, yang menjadi titik tolak ialah dokter pemeriksanya. Dalam melakukan pemeriksaan penderita sikap kerja dokter tidak membungkuk.
  • Lampu penerangan; untuk pekerjaan teliti diperlukan penerangan sebesar 500-700 luks. Gudang cukup di sekitar 150- 200 luks. Bola lampu lebih panas efeknya dibandingkan dengan lampu neon. Untuk penerangan tempat kerja lebih baik memakai lampu neon.
  • Penempatan peralatan kerja; di atas meja atau di dalam rak harus diatur barang-barang atau peralatan kerja sedemikian rupa, yang paling sering akan dipergunakan diletakkan paling dekat; yang paling jarang akan diambil diletakkan paling jauh dari jangkauan tubuh.
  • Warna dinding tempat kerja; warna mengandung tiga arti (kesan), yaitu: kesan suhu, psikologis, dan jarak. Hendaknya warna cat tembok, kordin, taplak meja disesuaikan dengan peruntukkan ruangan sesuai dengan arti warna sebagai di bawah ini.

o   Warna Kesan jarak kesan suhu kesan psikis

o   Biru jauh/luas dingin lembut

o   Hijau jauh/luas sangat dingin sangat lembut

o   Merah dekat hangat mengganggu

o   Jingga sangat dekat sangat hangat merangsang

o   Kuning dekat sangat hangat merangsang

o   Coklat sangat dekat netral merangsang

o   Ungu sangat dekat dingin agresif

  • informasi; pemasangan informasi untuk penderita dan keluarga penderita yang berkunjung ke puskesmas atau RSU hendaknya diatur sedemikian rupa sehingga kelihatannya ergonomis. Besar huruf, pemilihan warna, serta pemasangan di papan/tembok supaya sesuai dengan jarak bacanya. Supaya huruf dapat berfungsi dengan baik, aturannya sebagaiberikut:

o   lebar huruf = 2/3 tinggi

o   tebal huruf = 1/6 tinggi

o   jarak 2 huruf = 1/5 tinggi

o   jarak 2 kata = 2/3 tinggi.

o   Pemasangannya disesuaikan dengan sudut pandang subjek, jangan terlalu tinggi dan jangan terlalu rendah.Itulah sekedar contoh-contoh dalam bidang kesehatan

Kaitan Ergonomi dengan Salah Satu Departemen FKM

Ergonomi berkenaan berkenaan  dengan optimasi, efisiensi, kesehatan, keselamatan dan kenyamanan manusia ditempat kerja, di rumah, dan di tempat rekreasi. Maka dari itu, ergonomic berkaitan dengan salah satu departemen di Kesehatan Masyarakat yaitu K3 ( Kesehatan dan Keselamatan Kerja ) karena salah satu tujuan K3 adalah menciptakan keadaan yang sehat dan selamat bagi tenaga kerja dan setiap orang berada di tempat kerja.

METAPLAN

DEFINISI

Suatu metode pengumpulan ide di dalam suatu kelompok yang berkepentingan dalam memecahkan suatu masalah atau pun juga semacam brainstoming (Menyalurkan informasi kepada pihak lain) dengan tata cara atau aturan yang lebih sederhana.

DESKRIPSI

Metaplan dilakukan dengan cara mengumpulkan peserta atau masyarakat yang berkepentingan dalam penyampaian ide tentunya dengan tujuan yang ditentukan sebelumnya. Kemudian masing-masing peserta atau orang disuruh menyampaikan ide-ide atau masalah yang sekiranya terpikir olehnya, yang kemudian ditulis di atas kertas, kemudian kertas-kertas ide tadi dikelompokkan berdasarkan topik-topiknya. Selanjutnya diseleksi sesuai maksud dan tujuannya kemudian dirumuskan solusi dan kesepakatan bersama.

Hubungan dengan 7 Departemen

Berhubungan dengan semua departemen, namun sering dipakai pada departemen gizi kesehatan dan di kesehatan lingkungan

Aplikasi di masyarakat

Aplikasi pada masyarakat dapat di ketahui secara langsung, contohnya penyelenggara, metaplan mengundang ibu-ibu yang sudah mempunyai anak balita kemudian melaksanakan metode tersebut dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana cara mengatasi obesitas yang terjadi pada balita mereka apabila pada balita mereka terkena obesitas dimana seharusnya obesitas tidak boleh terjadi pada balita.

TAKAKURA

A.Pengertian

Takakura merupakan alat pengomposan sampah organik untuk skala rumah tangga dengan bentuk yang praktis, bersih dan tidak berbau, sehingga sangat aman digunakan di rumah.

B.Deskripsi

Takakura adalah hasil penelitian dari seorang ahli Mr. Koji TAKAKURA dari Jepang. Selama kurang lebih satu tahun, Mr. Takakura melakukan penelitian di Surabaya untuk mencari sistem pengolahan sampah dengan cara mengembangbiakkan bakteri tertentu yang “memakan” sampah anorganik tanpa menimbulkan bau dan cairan.Bahan baku dalam pengolahan kompos ini adalah sampah anorganik. Karena lebih mengarah pada dunia rumah tangga, sampah yang biasa digunakan adalah sampah dapur, seperti sisa sayuran, sisa nasi, sisa ikan, ayam, sisa buah-buahan lunak, dan lain sebagainya.

Cara pengoperasian TAKAKURA:

  • Persiapkan wadah atau keranjang berukuran 40 liter atau yang sekiranya cukup untuk menampung sampah. Pilih keranjang yang berlubang pada sisinya guna memperlancar sirkulasi udara dalam keranjang.
  • Letakkan penyangga (batu bata atau bisa yang lain) pada bagian bawah keranjang agar aliran udara bisa masuk.
  • Masukkan sekam kedalam suatu wadah dan tempatkan pada bagian bawah keranjang. Bantalan sekam berfungsi menyerap air, mengurangi bau dan mengontrol udara agar mikroba berkembang dengan baik.
  • Masukkan kardus bekas ke dalam keranjang untuk menampung bahan-bahan yang akan dikomposkan. Letakkan kardus di atas bantalan sekam.
  • Isi wadah dengan starter atau kompos kurang lebih setebal 5 cm. Kompos berfungsi sebagai starter proses pengomposan karena di dalamnya terkandung mikroba-mikroba pengurai.
  • Masukkan bahan yang akan dikomposkan. Bahan-bahan yang akan dikomposkan sebelum dimasukkan ke keranjang harus dipotong kecil-kecil ukuran 2 cm x 2 cm. Semakin kecil ukuran bahan, semakin cepat proses penguraian yang terjadi.
  • Aduk-aduklah setiap selesai memasukkan bahan-bahan yang akan dikomposkan.
  • Bila perlu tambahkan selapis kompos yang sudah jadi.

C.Hubungan dengan departemen di FKM

Penggunaan keranjang TAKAKURA dalam masyarakat merupakan salah satu upaya untuk pelestarian lingkungan. Masyarakat dilatih untuk mengolah sampah lingkungan menjadi sesuatu yang lebih bernilai dan lebih ramah terhadap lingkungan. Hal ini berkaitan dengan salah satu dari tujuh departemen yang ada di FKM UNAIR, yaitu Departemen Kesehatan Lingkungan. Dimana departemen ini berperan dalam menangani masalah lingkungan yang ada di sekitar masyarakat, khususnya masalah yang dapat mempengaruhi kondisi kesehatan masyarakat tersebut.

D.Fungsi di Masyarakat

Dalam masyarakat, keranjang TAKAKURA digunakan sebagai “produsen” kompos tingkat rumah tangga.

ANSHOFF
*Yang lain nyusul, ada kelompok yg belum menyelesaikan kewajibannya.
POAC
A.DEFINISI POAC
POAC merupakan singkatan dari Planning (Perencanaan), Organizing (Pengorganisasian), Actuating (Pengarahan), Controlling (Pengendalian). Secara umum, dunia manajemen menggunakan prinsip ini untuk memajukan dan mengelola organisasi. 

B. DESKRIPSI POAC
1. Fungsi Perencanaan / Planning
Fungsi perencanaan adalah suatu kegiatan membuat tujuan perusahaan dan diikuti dengan membuat berbagai rencana untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan.
2. Fungsi Pengorganisasian / Organizing
Fungsi pengorganisasian adalah suatu kegiatan pengaturan pada sumberdaya manusia dan sumberdaya fisik lain yang dimiliki perusahaan untuk menjalankan rencana yang telah ditetapkan serta menggapai tujuan perusahaan.
3. Fungsi Pengarahan / Actuating
Fungsi pengarahan adalah suatu fungsi kepemimpinan manajer untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi kerja secara maksimal serta menciptakan lingkungan kerja yang sehat, dinamis, dan lain sebagainya.
4. Fungsi Pengendalian / Controling
Fungsi pengendalian adalah suatu aktivitas menilai kinerja berdasarkan standar yang telah dibuat untuk kemudian dibuat perubahan atau perbaikan jika diperlukan.

C. KAITAN DENGAN DEPARTEMEN DI FKM
Dalam bidang kesehatan masyarakat, POAC berkaitan dengan departemen AKK (Administrasi dan Kebijakan Kesehatan) yang berfungsi dalam organisasi dan metode manajemen pelayanan kesehatan. 

D. APLIKASI
Penerapan fungsi-fungsi manajemen dapat dilakukan untuk meningkatkan keberhasilan pencapaian tujuan atau perilaku baru yang diharapkan. Misalnya dalam Promosi Kesehatan, pada tahap perencanaan ditentukan perilaku apa yang diinginkan oleh promotor, bagaimana melakukannya, dimana akan dilaksanakan serta berapa besar biaya yang diperlukan. Pada tahap pengorganisasian ditentukan siapa-siapa yang akan terlibat dan sejauh mana keterlibatan mereka. Pada tahap pelaksanaan dan pengawasan, promotor kesehatan akan memberikan penilaian sementara terhadap proses yang berjalan dan segera memperbaikinya jika dianggap ada kesalahan yang dapat mengganggu optimalisasi pencapaian tujuan. Sedangkan pada tahap evaluasi promotor kesehatan serta pihak lain yang terlibat secara langsung, melakukan pengukuran seberapa besar tujuan yang telah ditentukan dapat dicapai.

AMDAL

A.    Definisi

Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) adalah kajian mengenai dampak besar dan penting dari suatu usaha atau kegiatan yang direncanakan pada lingkungan hidup.

B.     Deskripsi

Amdal diperlukan untuk  proses pengambilan keputusan tentang penyelenggaraan usaha dan atau  kegiatan di Indonesia.

C.     Kaitannya di departemen FKM

AMDAL ini dibuat saat perencanaan suatu proyek yang diperkirakan akan memberikan pengaruh terhadap lingkungan hidup sekitarnya. Yang dimaksud lingkungan hidup disini adalah aspek fisika-kima, ekologi, social-ekonomi, social-budaya, dan kesehatan masyarakat. Dasar hukum AMDAL adalah Peraturan Pemerintah No. 27 Tahun 1999 tentang  “Analisis Mengenai Dasar Lingkungan Hidup”.  Degann demikian AMDAL sangat berhubungan dengan departemen Kesehatan Lingkungan  di FKM.

D.    Aplikasi di Masyarakat

Aplikasi AMDAL di masyarakat cenderung pada bentuk pengabdian. Misalnya pada perencanaan sistem tata hutan, pengelolaan kebijakan lingkungan pada instansi pemerintah maupun swasta, dll.

ANTROPOMETRI

Definisi

Antropometri berasal dari kata anthropos dan metros. Anthropos artinya tubuh dan metros artinya ukuran. Antropometri artinya ukuran dari tubuh. Metode antropometri adalah menjadikan ukuran tubuh manusia sebagai alat menentukan status gizi manusia. Konsep dasar yang harus dipahami dalam menggunakan antropometri secara antropometri adalah konsep pertumbuhan. Antropometri gizi adalah berhubungan dengan berbagai macam pengukuran dimensi tubuh dan komposisi tubuh dari berbagai tingkat umur dan tingkat gizi.

Deskripsi

Keunggulan Antropometri Beberapa syarat yang mendasari penggunaan antropometri adalah: a. Alatnya mudah didapat dan digunakan, seperti dacin, pita lingkar lengan atas, mikrotoa, dan alat pengukur panjang bayi yang dapat dibuat sendiri dirumah. b. Pengukuran dapat dilakukan berulang-ulang dengan mudah dan objektif c. Pengukuran bukan hanya dilakukan dengan tenaga khusus profesional, juga oleh tenaga lain setelah dilatih untuk itu. d. Biaya relatif murah e. Hasilnya mudah disimpulkan karena mempunyai ambang batas. f. Secara alamiah diakui kebenaranya.

Kelemahan Antropometri a. Tidak sensitif b. Faktor diluar gizi (penyakit, genetik, dan penurunan penggunaan energi) c. Kesalahan yang terjadi pada saat pengukuran dapat mempungaruhi presisi, akurasi, dan validitas pengukuran antropometri gizi. d. Kesalahan terjadi karena: 1) Pengukuran 2) Perubahan hasil pengukuran baik fisik maupun komposisi jaringan 3) Analisis dan asumsi yang keliru e. Sumber kesalahan, biasanya berhubungan dengan: 1) Latihan petugas yang tidak cukup 2) Kesalahan alat atau alat tidak ditera 3) Kesulitan pengukuran

a. Berat badan Merupakan ukuran antropometri yang terpenting dan paling sering digunakan pada bayi baru lahir (neonatus). Berat badan digunakan untuk mendiagnosa bayi normal atau BBLR. Berat badan merupakan pilihan utama karena berbagai pertimbangan: 1) Parameter yang baik, mudah terlihat perubahan dalam waktu singkat. 2) Memberi gambaran status gizi sekarang dan gambaran yang baik tentang pertumbuhan 3) Merupakan ukuran antropometri yang sudah dipakai secara umum dan luas. 4) Ketelitian pengukuran tidak banyak dipengaruhi oleh ketrampilan pengukur 5) KMS (Kartu Menuju Sehat) yang digunakan sebagai alat yang baik untuk pendidikan dan monitor kesehatan anak menggunakan juga berat badan sebagai dasar pengisian.

Alat yang digunakan di lapangan sebaiknya memenuhi beberapa persyaratan: 1) Mudah digunakan dan dibawa dari satu tempat ke tempat lain. 2) Mudah diperoleh dan relatif murah harganya. 3) Ketelitian penimbangan sebaiknya maksimum 0,1 kg 4) Skala mudah dibaca 5) Cukup aman untuk menimbang anak balita.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menimbang berat badan anak: 1) Pemeriksaan alat timbangan 2) Anak balita yang ditimbang 3) Keamanan 4) Pengetahuan dasar petugas.

b. Tinggi Badan Pada anak dibawah usia lima tahun dilakukan secara berbaring .Pengukuran dilakukan dari telapak kaki sampai ujung puncak kepala. Jika pengukuran dilakukan saat berdiri maka posisi anak harus berdiri tegak lurus, sehingga tumit, bokong dan bagian atas punggung terletak pada dalam 1 garis vertical, sedangkan liang telinga dan bagian bawah orbita membentuk satu garis horizontal.

Cara mengukur: 1) Tempelkan dengan paku mikrotoa tersebut pada dinding yang lurus datar sehingga tepat 2 meter. 2) Lepaskan sepatu atau sandal. 3) Anak harus berdiri tegak seperti sikap siap sempurna 4) Turunkan mikrotoa sampai rapat pada kepala bagian atas, siku-siku harus lurus menempel pada dinding. 5) Baca angka pada skala yang nampak pada lubang dalam gulungan mikrotoa.

c. Lingkar Lengan Atas 1) Baku lingkar lengan atas yang digunakan sekarang belum dapat mendapat pengujian memadai untuk digunakan di Indonesia. 2) Kesalahan pengukuran LLA (ada berbagai tingkat ketrampilan pengukur) relatif lebih besar dibandingkan dengan tinggi badan, mengingat batas antara baku dengan gizi kurang, lebih sempit pada LLA dari pada tinggi badan. 3) Lingkar lengan atas sensitif untuk suatu golongan. Cara mengukur: Yang diukur adalah pertengahan lengan atas sebelah kiri Lengan dalam keadaan bergantung bebas, tidak tertutup kain atau pakaian Pita dilingkarkan pada pertengahan lengan tersebut sampai cukup terukur keliling lingkaran lengan.

d. Lingkar Kepala Lingkar kepala adalah standar prosedur dalam ilmu kedokteran anak praktis, yang biasanya untuk memeriksa keadaan patologi dari besarnya kepala atau peningkatan ukuran kepala. Alat dan tehnik pengukuran: Alat yang sering digunakan dibuat dari serat kaca (fiber glas) dengan lebar kurang dari 1 cm, fleksibel, tidak mudah patah, pengukuran sebaiknya dibuat mendekati 1 desimal, caranya dengan melingkarkan pita pada kepala.

e. Lingkar Dada Dilakukan pada bayi/anak dalam keadaan bernafas biasa dengan titik ukur pada areola mammae. Biasanya dilakukan pada anak berumur 2-3 tahun, karena rasio lingkar kepala dan lingkar dada sama pada umur 6 bulan.

f. Lingkar perut Pengukuran dimulai dari umbilicus melingkar kearah punggung sehingga membentuk bidang yang tegak lurus pada poros tubuh bayi/anak

Hubungan dengan 2 Departemen FKM

Berhubungan dengan Departemen gizi, karena metode antropometri adalah menjadikan ukuran tubuh manusia sebagai alat menentukan status gizi manusia.

P-Process

  1. Definisi

P-Process adalah suatu kerangka kerja yang dirancang untuk memandu para profesional komunikasi saat mereka mengembangkan program komunikasi strategis. Komunikasi strategis yang dimaksud ialah komunikasi yang memiliki visi yang didasarkan pada strategi yang didefinisikan dan didesain untuk mencapai tujuan yang diinginkan.

2. Deskripsi

P-Process dikembangkan pada tahun 1982 oleh Population Communication Process. Perencanaan media komunikasi ini disebut P-Process karena di dalamnya terdapat tahapan-tahapan yang jika dirangkai akan membentuk huruf P.

Model P-Process

  1. Analisis
  2. Desain Strategi
  3. Pengembangan Pesan dan Materi, Tes Awal, dan Produksi
  4. Manajemen, Pelaksanaan, dan Pemantauan
  5. Evaluasi Dampak

3. Kaitan dengan departemen

Metode P-Process sangat berkaitan erat dengan kesehatan masyarakat, terutama bidang promosi kesehatan dan ilmu perilaku. Promosi kesehatan dan ilmu perilaku bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan perubahan yang lebih baik bagi masyarakat mengenai kesehatan. Kegiatan promosi kesehatan seringkali tidak efektif ketika dilakukan begitu saja, dalam artian hanya menjalankan sebuah program tanpa adanya analisis terlebih dahulu pada sasaran serta tujuan yang jelas dan tepat. P-Process berisi peta langkah demi langkah yang akan dilakukan berurutan dan berkesinambungan untuk mengembangkan program komunikasi dari serangkaian topik yang beragam, misalnya: mencegah penyakit menular, mempromosikan kesehatan lingkungan, dan lain lain.

Aplikasi P-Process

P-process digunakan dalam melaksanakan program-program promosi kesehatan. Tanpa adanya P-Process, hampir bisa dipastikan bahwa program kesehatan tidak tepat sasaran dan sia-sia.

Misalnya: Salah satu kunci yang paling penting dalam P-Process ialah studi analisis. Jika suatu program promosi kesehatan tidak didahului studi analisis, maka kita tidak akan tahu kondisi masyarakat sasaran, permasalahan kesehatan apa yang terjadi di masyarakat, dan sebagainya sehingga kita tidak bisa menentukan langkah yang tepat untuk melakukan pendekatan dan promosi kesehatan pada masyarakat tersebut dengan tepat.

 

 

APD (Alat Pelindung Diri)

Definisi seperangkat alat yang digunakan oleh tenaga kerja untuk melindungi seluruh/sebagian tubuhnya terhadap kemungkinan adanya potensi bahaya/kecelakaan kerja.APD dipakai sebagai upaya terakhir dalam usaha melindungi tenaga kerja apabila usaha rekayasa (engineering) dan administratif tidak dapat dilakukan dengan baik. Namun pemakaian APD bukanlah pengganti dari kedua usaha tersebut, namun sebagai usaha akhir.

Deskripsi

Alat Pelindung Diri harus mampu melindungi pemakainya dari bahaya-bahaya kecelakaan yang mungkin ditimbulkan, oleh karena itu, APD dipilih secara hati-hati agar dapat memenuhi beberapa ketentuan yang diperlukan.Menurut ketentuan Balai Hiperkes, syarat-syarat Alat Pelindung Diri adalah :

1. APD harus dapat memberikan perlindungan yang adekuat terhadap bahaya yang spesifik atau bahaya yang dihadapi oleh tenaga kerja

2. Berat alat hendaknya seringan mungkin dan alat tersebut tidak menyebabkan rasa ketidaknyamanan yang berlebihan

3. Alat harus dapat dipakai secara fleksibel

4. Bentuknya harus cukup menarik

5. Alat pelindung tahan untuk pemakaian yang lama

6. Alat tidak menimbulkan bahaya-bahaya tambahan bagi pemakainya yang dikarenakan bentuk dan bahayanya yang tidak tepat atau karena salah dalam menggunakannya

7. Alat pelindung harus memenuhi standar yang telah ada

8. Alat tersebut tidak membatasi gerakan dan persepsi sensoris pemakainya

9. Suku cadangnya harus mudah didapat guna mempermudah pemeliharaannya.

Hubungan Dengan 7 Departemen

APD merupakan Alat Pelindung Diri dimana sangat berkaitan erat dengan departemen K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja).

APLIKASI

APD banyak digunakan oleh para pekerja di pabrik-pabrik industri maupun perusahaan yang berkaitan dengan bahan-bahan kimia.

Alat pelindung diri dapat digolongkan bedasarkan bagian tubuh yang dilindunginya yaitu :

1. Alat Pelindung KepalaTujuan dari penggunaan alat ini adalah melindungi kepala dari bahaya terbentur dengan benda tajam atau keras yang menyebabkan luka tergores, terpotong, tertusuk, terpukul oleh benda jatuh, melayang dan meluncur, juga melindungi kepala dari panas radiasi, sengatan arus listrik, api, percikan bahan-bahan kimia korosif dan mencegah rambut rontok dengan bagian mesin yang berputar Jenisnya berupa topi pengaman yang terbuat dari plastik, fiberglass, bakelite.

2. Alat Pelindung MataMasalah pencegahan yang paling sulit adalah kecelakaan pada mata, oleh karena biasanya tenaga kerja menolak untuk memakai pengaman yang dianggapnya mengganggu dan tidak enak dipakai. Kaca mata pengaman diperlukan untuk melindungi mata dari kemungkinan kontak dengan bahaya karena percikan atau kemasukan debu, gas, uap, cairan korosif partikel melayang, atau kena radiasi gelombang elektromagnetik.

3. Alat Pelindung MukaAlat Pelindung Muka digunakan untuk mencegah terkenanya muka oleh partikel-partikel yang dapat melukai muka seperti terkena percikan logam pada saat melakukan pengelasan. Alat pelindung muka sekaligus pula dapat melindungi mata. Alat pelindung muka yang biasa digunakan berupa tameng muka atau perisai muka seperti goggles, helm pengelas dan topi penutup.

4. Alat Pelindung TelingaHilangnya pendengaran adalah kejadian umum di tempat kerja dan sering dihiraukan karena gangguan suara tidak mengakibatkan luka. Alat pelindung telinga bekerja sebagai penghalang antara bising dan telinga dalam. Selain itu, alat ini melindungi pemakainya dari bahaya percikan api atau logam panas misalnya pada saat pengelasan.

5. Alat Pelindung PernafasanSecara umum alat pelindung pernafasan dapat dibedakan menjadi 2 alat yaitu :Respirator, yang berfungsi membersihkan udara yang telah terkontaminasi yang akan dihirup oleh pemakainya Breathing Apparatus, yang mensuplay udara bersih atau oksigen kepada pemakainya.

6. Alat Pelindung TanganAlat Pelindung Tangan merupakan alat yang paling banyak digunakan karena kecelakaan pada tangan adalah yang paling banyak dari seluruh kecelakaan yang terjadi di tempat kerja. Pekerja harus memakai pelindung tangan ketika terdapat kemungkinan terjadinya kecelakaan seperti luka tangan karena benda-benda keras, luka gores, terkena bahan kimia berbahaya, luka sengatan dan lain-lainnya.

7. Alat pelindung KakiSepatu keselamatan kerja dipakai untuk melindungi kaki dari bahaya kejatuhan benda-benda berat, terinjak benda yang berputar melalui kjaki, kepercikan larutan asam dan basa yang korosif atau cairan panas, menginjak benda tajam. Sepatu pelindung dan boot harus memiliki ujung sepatu yang terbuat dari baja dan solenya dapat menahan kebocoran. Ketika bekerja di tempat yang mengandung aliran listrik, maka harus digunakan sepatu tanpa logam yang dapat menghantarkan aliran listrik. Jika bekerja di tempat biasa maka harus vdigunakan sepatu yang tidak mudah tergelincir, sepatu yang terbuat dari karet harus digunakan ketika bekerja dengan bahan kimia.

8. Pakaian pelindungPakaian pelindung dapat berbentuk APRON yang menutupi sebagian dari tubuh yaitu mulai dari dada sampai lutut dan overalla yang menutup seluruh badan. Pakaian pelindung digunakan untuk melindungi pemakainya dari percikan cairan, api, larutan bahan kimia korosif dan oli, cuaca kerja (panas, dingin, dan kelembapan). APRON dapat dibuat dari kain, kulit, plastik, karet, asbes atau kain yang dilapisi aluminium. Perlu diingat bahwa APRON tidak boleh dipakai di tempat-tempat kerja yang terdapat mesin berputar.

KOHORT

definisi

Kohort adalah rancangan penelitian epidemiologi analitik observasional yang mempelajari hubungan antara paparan dan penyakit, dengan cara membandingkan kelompok terpapar dan kelompok tidak terpapar berdasarkan status penyakit

DESKRIPSI
Kohort bersifat observasional. Pola observasinya dilakukan dari sebab ke akibat, selain itu disebut sebagai studi insidens.

Di dalam KOHORT terdapat kelompok kontrol dan juga terdapat hipotesis spesifik. KOHORT dapat bersifat prospektif ataupun retrospektif, untuk kohort retrospektif, sumber datanya menggunakan data sekunder.

KAITAN DENGAN DEPARTEMEN FKM

KOHORT sangat berkaitan dalam kesehatan masyarakat terutama dalam departemen EPIDEMIOLOGI.

APLIKASI

jadi aplikasi di masyarakat dapat digunakan sebagai alat bagi Departemen Epidemiologi untuk mempelajari hal-hal yang terjadi di masyarakat tentang masalah kesehatan.

HACCP

DEFINISI Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP) adalah Suatu system yang mengidentifikasi yang mungkin timbul dan cara pencegahannya untuk mengendalikan bahaya tersebut.

DESKRIPSI HACCP digunakan dalam industri makanan untuk mengidentifikasi potensi bahaya keamanan pangan yang mana dilihat dari segi biologis (mikrobiologis), kimia, dan fisik. Sehingga tindakan-tindakan utama, yang dikenal sebagai Control Points Kritis (CCP) dapat dilakukan untuk mengurangi BAHAYA SPESIFIK atau menghilangkan risiko bahaya yang direalisasikan.

Kemudian HACCP berkaitan dengan 7 departemen di FKM dalam bidang Gizi dan kesehatan, karena HACCP sendiri bertujuan  untuk meningkatkan kesehatan masyarakat dengan cara mencegah atau mengurangi kasus keracunan dan penyakit melalui makanan (“Food born disease”). Jadi HACCP menentukan makanan tersebut mengandung bahaya atau tidak yang mana itu bisa mempengaruhi kadar gizi dalam makanan tersebut.

APLIKASI Sistem ini digunakan pada semua tahapan produksi pangan dan proses persiapan termasuk kemasan, distribusi, dll. Food and Drug Administration (FDA) dan Amerika Serikat Departemen Pertanian (USDA) mengatakan bahwa wajib mereka HACCP program untuk jus dan daging karena merupakan pendekatan yang efektif untuk keamanan pangan dan melindungi kesehatan masyarakat. Daging HACCP sistem diatur oleh USDA, sementara seafood dan jus diatur oleh FDA. Penggunaan HACCP saat ini sukarela dalam industri makanan lainnya. Berikut proses peng-HACCP-an makanan:



S W O T

Definisi

SWOT Merupakan suatu bentuk analisa untuk mengidentifikasi faktor internal yaitu strenght (kekuatan) dan weakness (kelemahan) serta faktor eksternal suatu perusahaan (baik milik sendiri atau pesaing) yaitu opportunity (peluang) dengan treat (ancaman) sehingga diharapkan diperolehnya suatu gambaran yang lebih tepat dan lebih memadai terhadap situasi suatu perusahaan dalam menghadapi permasalahan yang dihadapi.

Berhubungan dengan departemen AKK.

Deskripsi

S : Strength Faktor-fakor internal yang menjadi kekuatan dalam menghadapi permasalahan

W: Wealines Faktor-faktor internal yang menjadi kelemahan dalam menghadapi permasalahanO: Opportunity Faktor-Faktor external yang memberikan pengaruh positive berupa peluang dalam menghadapi permasalahanT: Threat Faktor-faktor external yang memberikan pengaruh negative berupa ancaman yang mengganggu dalam menghadapi permasalahan

Kaitannya dengan departen FKM :

Pemahaman yang tepat dan memadai terhadap situasi faktor-faktor internal dan eksternal  keberadaan suatu perusahaan tersebut. Karena akan menjadi landasan yang kuat untuk menyusun perencanaan dan program kerja selanjutnya. banyak kasus kegagalan suatu perusahaan disebabkan oleh kurangnya pemahaman perusahaan tersebut terhadap faktor internal dan eksternalnya.

Aplikasi SWOT untuk organisasi

Dalam sebuah organisasi biasanya setiap awal periode kepengurusan akan dilaksanakan pembuatan rencana program kerja, untuk itu biasanya akan dilakukan sebuah analisis kondisi mengenai suatu organisasi tersebut. Analisis SWOT biasanya dicantumkan dalam GBHK (Garis-garis Besar Haluan Kerja) yang menjelaskan tentang kondisi lingkungan organisasi baik kondisi internal maupun external.

A.DEFINISI POAC

POAC merupakan singkatan dari Planning (Perencanaan), Organizing (Pengorganisasian), Actuating (Pengarahan), Controlling (Pengendalian). Secara umum, dunia manajemen menggunakan prinsip ini untuk memajukan dan mengelola organisasi.

B. DESKRIPSI POAC

1. Fungsi Perencanaan / Planning

Fungsi perencanaan adalah suatu kegiatan membuat tujuan perusahaan dan diikuti dengan membuat berbagai rencana untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan.

2. Fungsi Pengorganisasian / Organizing

Fungsi pengorganisasian adalah suatu kegiatan pengaturan pada sumberdaya manusia dan sumberdaya fisik lain yang dimiliki perusahaan untuk menjalankan rencana yang telah ditetapkan serta menggapai tujuan perusahaan.

3. Fungsi Pengarahan / Actuating

Fungsi pengarahan adalah suatu fungsi kepemimpinan manajer untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi kerja secara maksimal serta menciptakan lingkungan kerja yang sehat, dinamis, dan lain sebagainya.

4. Fungsi Pengendalian / Controling

Fungsi pengendalian adalah suatu aktivitas menilai kinerja berdasarkan standar yang telah dibuat untuk kemudian dibuat perubahan atau perbaikan jika diperlukan.

C. KAITAN DENGAN DEPARTEMEN DI FKM

Dalam bidang kesehatan masyarakat, POAC berkaitan dengan departemen AKK (Administrasi dan Kebijakan Kesehatan) yang berfungsi dalam organisasi dan metode manajemen pelayanan kesehatan.

D. APLIKASI

Penerapan fungsi-fungsi manajemen dapat dilakukan untuk meningkatkan keberhasilan pencapaian tujuan atau perilaku baru yang diharapkan. Misalnya dalam Promosi Kesehatan, pada tahap perencanaan ditentukan perilaku apa yang diinginkan oleh promotor, bagaimana melakukannya, dimana akan dilaksanakan serta berapa besar biaya yang diperlukan. Pada tahap pengorganisasian ditentukan siapa-siapa yang akan terlibat dan sejauh mana keterlibatan mereka. Pada tahap pelaksanaan dan pengawasan, promotor kesehatan akan memberikan penilaian sementara terhadap proses yang berjalan dan segera memperbaikinya jika dianggap ada kesalahan yang dapat mengganggu optimalisasi pencapaian tujuan. Sedangkan pada tahap evaluasi promotor kesehatan serta pihak lain yang terlibat secara langsung, melakukan pengukuran seberapa besar tujuan yang telah ditentukan dapat dicapai.

9 Responses to "Penugasan BToPH – Filosofis Kelompok"

CATATAN PENTING:
Ini tidak ‘plek’ harus seperti di atas. Komting hanya ingin mempermudah temen2. Bila hasil di atas kurang memuaskan mohon maaf. Bila terlalu panjang, monggo disingkat sendiri =P

Masukannya ya kawan~ =))

USUL donk…
Sediakan format PDF biar bisa di donload pak…
Ga asoy ney kalo copast ke word..
Penataan tulisane jadi kacau.. >.<

Kurang satu rek. Kelompok SWOT. Mereka ada kesalahan teknis, jadi belum bisa upload sekarang

Rek sudah lengkap. Kalo ada subbab yang kurang, itu dari kelompok yang bersangkutan. Coba cari sendiri aja ya. Sukses…!!! Sebarkan blog ini ke temen-temen BToPH yang lain. Semangat…!!! ^_^

tanya rek, kalo misalnya isi tugasnya sama gapapa ta? kan kita sumbernya ngambil dari sini.., jadi kan ada kemungkinan sama gitu.., (meski gak ngeplek)

is it okay, huh?

Gak po po rek. Kalo mau agak beda urutan kelompoknya di random aja =D. Hahay…

pak komting… untuk ID Cardnya… tali dan jarang plong2an nya di samain juga satu angkatan… belajar dari PANDEMI kmarin aja… gmana???

Oce… Emang dari sononya gitu kq. Ntar ada kumpul lagi buat ketua kelompok BToPH

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: